Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا
“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.“
Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan berjabat tangan ketika bertemu, dan ini merupakan perkara yang dianjurkan berdasarkan kesepakatan para ulama, bahkan ini merupakan sunnah yang muakkad (sangat ditekankan)
Salaman atau berjabat tangan sudah tidak asing lagi di telinga kita mungkin kita juga sering melakukan hal tersebut (berjabat tangan). Melakukan jabat tangan terhadap sesama Muslim merupakan amalan yang sangat disunnahkan. Bahkan perbuatan berjabat tangan selalu dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) saat beliau bertemu dengan sahabatnya. Disamping sunnah berjabat tangan juga bisa menghapuskan kesalahaan dikedua belah pihak yang mengamalkannya. Sebagaimana diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda "Jika dua orang Muslim bersalaman, kedua telapak tangan mereka tidak terpisahkan kecuali telah mendapatkan ampunan untuk keduanya." (Riwayat Al-Thabarani).
Oleh sebab itu, ada beberapa adab yang perlu kita kita perhatikan dalam berjabat tangan, selain mendapat pahala berjabat tangan dapat mempererat ukhuwah. Berikut merupakan adab-adab berjabat tangan agar berjabat tangan kita semakin "hangat" :
Mengucapkan salam sebelum berjabat tangan
Rasulullah SAW bersabda " Tidaklah bagi dua orang Muslim yang bertemu, hingga salah satu dari mereka mengucap salam dan berjabat tangan, dan tidak berjabat tangan kecuali karena Allah, maka keduanya tidak berpisah, kecuali setelah keduanya diampuni." (Riwayat Ahmad).
Berjabat tangan karena Allah
Telah disebutkan dalam Hadits di atas, bahwa berjabat tangan pun dilakukan bukan karena apa-apa, melainkan karena Allah Subhanahu wa Ta'ala (SWT) semata. Dengan demikian akan tumbuh rasa persaudaraan yang juga didasari karena Allah SWT semata.
Tidak segera melepas jabat tangan
Dari Ya'qub bin Sufyan Radhiyallahu Anhu (RA) bahwa Rasulullah SAW, jika berjabat tangan dengan orang lain atau orang lain menjabat tangan beliau, maka beliau tidak melepas kecuali setelah pihak lain melepas tangannya terlebih dahulu. (Riwayat At-Tirmidzi).
Tidak memalingkan pandangan
Dari Ya'qub bin Sufyan (RA), bahwa Rasulullah SAW tidak memalingkan pandangan dari pihak yang berjabat tangan dengan beliau sampai ia berlalu meninggalkan beliau. (Riwayat At-Tirmidzi)
Menampakkan rasa kecintaan saat berjabat tangan
Beberapa ulama berpendapat bahwa menggerak-gerakkan tangan saat berjabat tangan termasuk hal yang dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk menampakkan rasa kecintaan terhadap pihak yang diajak berjabat tangan (Hasiyah Al-Adawi, 2/436).
Tidak berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram
Jumhur ulama berpendapat bahwa berjabat tangan dengan lawan jenis dilarang secara mutlak. Pendapat ini berpijak pada sebuah Hadits, bahwa Aisyah RA pernah mengatakan, "Demi Allah, tidak ada wanita yang menyentuh tangan Rasulullah SAW saat bai'at.." (Riwayat Al-Bukhari).
مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا
“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.“
Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan berjabat tangan ketika bertemu, dan ini merupakan perkara yang dianjurkan berdasarkan kesepakatan para ulama, bahkan ini merupakan sunnah yang muakkad (sangat ditekankan)
Salaman atau berjabat tangan sudah tidak asing lagi di telinga kita mungkin kita juga sering melakukan hal tersebut (berjabat tangan). Melakukan jabat tangan terhadap sesama Muslim merupakan amalan yang sangat disunnahkan. Bahkan perbuatan berjabat tangan selalu dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) saat beliau bertemu dengan sahabatnya. Disamping sunnah berjabat tangan juga bisa menghapuskan kesalahaan dikedua belah pihak yang mengamalkannya. Sebagaimana diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda "Jika dua orang Muslim bersalaman, kedua telapak tangan mereka tidak terpisahkan kecuali telah mendapatkan ampunan untuk keduanya." (Riwayat Al-Thabarani).
Oleh sebab itu, ada beberapa adab yang perlu kita kita perhatikan dalam berjabat tangan, selain mendapat pahala berjabat tangan dapat mempererat ukhuwah. Berikut merupakan adab-adab berjabat tangan agar berjabat tangan kita semakin "hangat" :
Mengucapkan salam sebelum berjabat tangan
Rasulullah SAW bersabda " Tidaklah bagi dua orang Muslim yang bertemu, hingga salah satu dari mereka mengucap salam dan berjabat tangan, dan tidak berjabat tangan kecuali karena Allah, maka keduanya tidak berpisah, kecuali setelah keduanya diampuni." (Riwayat Ahmad).
Berjabat tangan karena Allah
Telah disebutkan dalam Hadits di atas, bahwa berjabat tangan pun dilakukan bukan karena apa-apa, melainkan karena Allah Subhanahu wa Ta'ala (SWT) semata. Dengan demikian akan tumbuh rasa persaudaraan yang juga didasari karena Allah SWT semata.
Tidak segera melepas jabat tangan
Dari Ya'qub bin Sufyan Radhiyallahu Anhu (RA) bahwa Rasulullah SAW, jika berjabat tangan dengan orang lain atau orang lain menjabat tangan beliau, maka beliau tidak melepas kecuali setelah pihak lain melepas tangannya terlebih dahulu. (Riwayat At-Tirmidzi).
Tidak memalingkan pandangan
Dari Ya'qub bin Sufyan (RA), bahwa Rasulullah SAW tidak memalingkan pandangan dari pihak yang berjabat tangan dengan beliau sampai ia berlalu meninggalkan beliau. (Riwayat At-Tirmidzi)
Menampakkan rasa kecintaan saat berjabat tangan
Beberapa ulama berpendapat bahwa menggerak-gerakkan tangan saat berjabat tangan termasuk hal yang dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk menampakkan rasa kecintaan terhadap pihak yang diajak berjabat tangan (Hasiyah Al-Adawi, 2/436).
Tidak berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram
Jumhur ulama berpendapat bahwa berjabat tangan dengan lawan jenis dilarang secara mutlak. Pendapat ini berpijak pada sebuah Hadits, bahwa Aisyah RA pernah mengatakan, "Demi Allah, tidak ada wanita yang menyentuh tangan Rasulullah SAW saat bai'at.." (Riwayat Al-Bukhari).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar