Masuklahlah ke dalam Islam secara keseluruhan
Allah berfirman :
وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيـُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Artinya : ”Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (Q.S. 98 Al-Bayyinah : 5).
Perintah yang ditujukan kepada manusia adalah untuk kebaikan dunia dan agama, buat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, berupa ikhlas lahir dan batin dalam berbakti kepada Allah dan membersihkan amal perbuatan dari syirik, menjauhkan diri dari kekufuran kepada agama tauhid dengan mengikhlaskan ibadah kepada Allah SWT.
Yang dimaksud mendirikan shalat adalah mengerjakannya terus menerus setiap waktu dengan memusatkan jiwa kepada kebesaran Allah. Dan yang dimaksud dengan mengeluarkan zakat yaitu membagi-bagikannya kepada yang berhak menerimanya sebagaimana yang telah ditentukan Al-Qur’an.
Keterangan tersebut tentang keikhlasan beribadat serta menjauhkan diri dari syirik, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat itulah yang dimaksud dengan agama yang lurus (dinul qoyyimah).
Selanjutnya Allah berfirman :
وَمَاكَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُواكَافَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَمِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَآئـِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِي الدِّينِ
Artinya : “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang Mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang) Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan tentang agama…. (Q.S. 9 At-Taubah : 122).
Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan kewajiban menuntut ilmu pengetahuan serta mendalami ilmu-ilmu agama Islam, yang juga merupakan salah satu cara dan sarana berjihad. Menuntut ilmu serta mendalami ilmu-ilmu agama, juga merupakan suatu perjuangan yang meminta kesabaran dan pengorbanan tenaga serta harta benda.
Peperangan bertujuan untuk mengalahkan musuh-musuh Islam serta untuk mengamankan jalannya da’wah Islamiyah. Sedang menuntut ilmu dan mendalami ilmu-ilmu agama bertujuan untuk mencerdaskan umat beragama dan mengembangkan pemahaman agama Islam yang benar, agar disebarluaskan pada segala lapisan masyarakat.
Untuk memahami agama yang lurus dan benar, kita harus benar-benar mencari orang-orang tafaqquh fiddin, atau orang-orang faqih, memadai ilmu agamanya, jangan sampai terjebak pada yang serba instan pada masa sekarang ini.
Terakhir kita kutipkan firman Allah yang berbunyi :
يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتِّبَعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut/ikut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (Q.S. 2 Al-Baqarah : 208).
Ayat ini menerangkan supaya orang-orang mukmin, baik yang baru saja masuk Islam, maupun ia seorang munafik yang masih melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, supaya mereka itu taat melaksanakan ajaran Islam sepenuhnya, jangan setengah-setengah, jangan seperti orang mengerjakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, tetapi shalat lima waktu ditinggalkannya, dan janganlah bersifat sebagaimana yang digambarkan Allah SWT di dalam Al-Qur’an tentang sifat-sifat orang Yahudi yang berbunyi :
أَفَتُـؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ
Artinya : “Apakah kamu hanya beriman kepada sebagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain” (Q.S. 2 Al-Baqarah : 85).
Dan janganlah mengikuti langkah-langkah dan ajaran syaitan karena syaitan itu, sifatnya selalu mengajak kepada kejahatan yang menyebabkan banyak orang meninggalkan perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya. Akhirnya membawa dan menjebloskan ke dalam neraka, syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Allah ta’ala berfirman : اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ الاِ ستلاَمِ “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam” (Q.S. Ali Imran : 19).
Dalam firman-Nya lagi : اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لَكُمْ الاِ سْلاَمَ دِيْنًا Artinya : “Pada hari ini Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah kuridhai Islam itu jadi agama bagimu” (Q.S. 5 Al-Maidah : 3)
وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيـُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Artinya : ”Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (Q.S. 98 Al-Bayyinah : 5).
Perintah yang ditujukan kepada manusia adalah untuk kebaikan dunia dan agama, buat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, berupa ikhlas lahir dan batin dalam berbakti kepada Allah dan membersihkan amal perbuatan dari syirik, menjauhkan diri dari kekufuran kepada agama tauhid dengan mengikhlaskan ibadah kepada Allah SWT.
Yang dimaksud mendirikan shalat adalah mengerjakannya terus menerus setiap waktu dengan memusatkan jiwa kepada kebesaran Allah. Dan yang dimaksud dengan mengeluarkan zakat yaitu membagi-bagikannya kepada yang berhak menerimanya sebagaimana yang telah ditentukan Al-Qur’an.
Keterangan tersebut tentang keikhlasan beribadat serta menjauhkan diri dari syirik, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat itulah yang dimaksud dengan agama yang lurus (dinul qoyyimah).
Selanjutnya Allah berfirman :
وَمَاكَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُواكَافَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَمِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَآئـِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِي الدِّينِ
Artinya : “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang Mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang) Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan tentang agama…. (Q.S. 9 At-Taubah : 122).
Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan kewajiban menuntut ilmu pengetahuan serta mendalami ilmu-ilmu agama Islam, yang juga merupakan salah satu cara dan sarana berjihad. Menuntut ilmu serta mendalami ilmu-ilmu agama, juga merupakan suatu perjuangan yang meminta kesabaran dan pengorbanan tenaga serta harta benda.
Peperangan bertujuan untuk mengalahkan musuh-musuh Islam serta untuk mengamankan jalannya da’wah Islamiyah. Sedang menuntut ilmu dan mendalami ilmu-ilmu agama bertujuan untuk mencerdaskan umat beragama dan mengembangkan pemahaman agama Islam yang benar, agar disebarluaskan pada segala lapisan masyarakat.
Untuk memahami agama yang lurus dan benar, kita harus benar-benar mencari orang-orang tafaqquh fiddin, atau orang-orang faqih, memadai ilmu agamanya, jangan sampai terjebak pada yang serba instan pada masa sekarang ini.
Terakhir kita kutipkan firman Allah yang berbunyi :
يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتِّبَعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut/ikut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (Q.S. 2 Al-Baqarah : 208).
Ayat ini menerangkan supaya orang-orang mukmin, baik yang baru saja masuk Islam, maupun ia seorang munafik yang masih melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, supaya mereka itu taat melaksanakan ajaran Islam sepenuhnya, jangan setengah-setengah, jangan seperti orang mengerjakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, tetapi shalat lima waktu ditinggalkannya, dan janganlah bersifat sebagaimana yang digambarkan Allah SWT di dalam Al-Qur’an tentang sifat-sifat orang Yahudi yang berbunyi :
أَفَتُـؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ
Artinya : “Apakah kamu hanya beriman kepada sebagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain” (Q.S. 2 Al-Baqarah : 85).
Dan janganlah mengikuti langkah-langkah dan ajaran syaitan karena syaitan itu, sifatnya selalu mengajak kepada kejahatan yang menyebabkan banyak orang meninggalkan perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya. Akhirnya membawa dan menjebloskan ke dalam neraka, syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Allah ta’ala berfirman : اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ الاِ ستلاَمِ “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam” (Q.S. Ali Imran : 19).
Dalam firman-Nya lagi : اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لَكُمْ الاِ سْلاَمَ دِيْنًا Artinya : “Pada hari ini Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah kuridhai Islam itu jadi agama bagimu” (Q.S. 5 Al-Maidah : 3)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar